EMOSI
A. PENGERTIAN EMOSI
Menurut kamus psikologi, emosi yaitu terganggunga perasaan yang disertai perubahan-perubahan dalam tubuh, misalnya otot-otot yang meregang, debaran jantung yang cepat, warna merah / pucat pada muka dna sebagainya. Sedangkan menurut kamus Bahasa Indonesia emosi adalah perasaan batin yang keras yang timbul dari lubuk hati yang paling dalam. Kemudian menurut Robert Sosiors Woodwort (1954), emosi dibagi dalam 3 versi arti, yaitu:
1. Sebuah tingkah laku yang menandakan sebuah kemampuan.
2. Dalam perubahan psikologi.
3. Laporan pengalaman terkenal untuk dan oleh pengakuan diri sendiri terhadap pengalamannya.
B. JENIS-JENIS EMOSI
1. Menurut Rene Bes Carrs:
- keinginan
- benci
- heran
- menikmati
- duka cita
- kasih sayang
2. Menurut John Produs:
- kasih sayang
- marah
- takut
3. Sedangkan menurut W. Wundt:
- senang-tak senang
- tegang-tak tegang
- semangat-tenang
C. HUBUNGAN EMOSI DAN PERILAKU
1. Perilaku Emosional dalam Masa Bayi
Pada waktu lahir, emosi tampak dalam bentuk sederhana. Dengan bertambahnya usia, berbagai reaksi emosional menjadi kurang tersebar dan kurang acak. Ada 2 ciri khusus dari emosi pada masa bayi, yaitu:
- Emosi bayi disertai oleh reaksi perilaku yang terlampau jauh bagi rangsangan yang menimbulkannya, terutama dalam amarah dan takut. Emosi ini sering muncul namun bersifat sementara dan akan hilang kalau perhatian bayi dialihkan.
- Emosi lebih mudah dibiasakan pada masa bayi dibandingkan periode-periode lain. Hal ini disebabkan terbatasnya kemampuan intelektual bayi sehingga mereka mudah dan cepat bereaksi terhadap rangsangan yang pada waktu lalu membangkitkan reaksi emosional. Misalnya, bayi tidak mau masuk kamar dokter kalau kunjungan terakhir ia disuntik.
Beberapa bulan setelah bayi lahir, muncullah berbagai macam pola emosi, yaitu:
- kamarahan
- ketakutan
- rasa ingin tahu
- kegembiraan
- afeksi
2. Perilaku Emosi dalam Masa Kanak-kanak
Anak mengalami hampir semua jenis emosi yang secara normal dialami oleh orang dewasa. Pola-pola emosi pada masa kanak-kanak, adalah:
- amarah
- takut
- cemburu
- ingin tahu
- iri hati
- gembira
- sedih
- kasih sayang
3. Perilaku emosi dalam Masa Remaja
Emosi remaja tidak jauh berbeda dengan emosi pada masa bayi dan kanak-kanak, namun sering kali emosi itu:- sangat kuat
- seringkali tampak
- bersifat sementara
- reaksi mencerminkan individualitas
- tidak terkendali
- irasional
- dapat diketahui melalui gejala perilaku